

Gunungan: adalah lambang semesta alam. Pohon Kehidupan. Bentuknya bagaikan gunung, lebar di basis, melancip ke atas melambangkan ajakan untuk mengangkat hati kepada Tuhan (dalam bahasa Latin: Sursum Corda).
Gandum dan Anggur: menunjuk peristiwa atau perayaan Ekaristi, pusat religiositas Gereja. Lambang yang sama juga dapat menunjuk kepada jerih payah kerja kaum petani, golongan masyarakat yang pada zaman modern ini selalu dikalahkan. Dengan demikian lambang ini mau mengungkapkan sikap Gereja masa kini, "preferential option for the poor".
Cikal bakal umat Katolik di KAJ sudah mulai ada ketika Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC, 1619-1799) berkuasa di Batavia. Pada masa itu banyak orang "Portugis hitam", yang menjadi tawanan VOC. Portugis hitam itu adalah sebutan untuk orang-orang India, Srilanka, Melayu yang telah menjadi Katolik. Mereka menerima nama Portugis dari wali baptisnya, dan memakai adat budaya Portugis dalam kehidupan keseharian.